QS. Al Muzammil (37) Ayat 4:
3. Beliau menghentikan bacaan ayat demi ayat. "Alhamdulillahi Robbil 'Alamiin.", lalu berhenti. "Arrahmaanir Rahiim", lalu berhenti. (Shohih Riwayat Tirmidzi)
4. Membaca Al-Quran dengan suara yang baik
Beliau SAW bersabda:
"zaiyanuul Quraana bi ashwaatikum fainnashoutal hkasana yaziidul Quraana hkasanan"
"(Hiasilah Al-Quran dengan suaramu, karena suara yang baik menambah keindahan Al-Quran." (Shohih Abu Daud)
5. Rasulullah SAW memanjangkan bacaan Qurannya. (Shohih Riwayat Ahmad)
6. Rasulullah SAW bangun, bila mendengar suara ayam berkokok. (mutafaq'alaih)
7. Rasulullah SAW sholat mengenakan sandal (bila tempat sholat tidak bertikar/beralas). (Mutafaq'alaih)
8. Bila menghadapi masalah yang pelik, beliau SAW mengerjakan sholat. (Hadits hasan riwayat Ahmad dan Abu Daud)
9. Bila duduk dalam sholat, beliau meletakkan kedua telapak tangan di atas lutut, dengan mengacungkan jari telunjuk kanan sambil berdoa. (HR. Muslim dalam Shifatul Julus Fish Shalat, V/80)
10. Rasulullah SAW menggerakkan jari tangan sambil berdoa. (Maksudnya yang digerakkan adalah jari telunjuk, ketika duduk dalam sholat). Sahih riwayat An-Nasai).
Beliau SAW juga bersabda, "Ia dirasakan setan lebih berat dari pada besi". (Hadits hasan riwayat Ahmad)
11. Beliau SAW meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada (dalam sholat). (Riwayat Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya dan lainnya dan dihasankan oleh At-Tirmidzi. Itu disebutkan oleh An-Nawawi dalam Syarhu Muslim IV/115. Ia berkata: "Adapun hadits tentang letak telapak tangan di atas telapak tangan laindi bawah pusar, disepakati kelemahannya."
12. Sesungguhnya semua imam yang empat telah sepakat dengan pendapat yang menyatakan: "Bila suatu hadits shohih, maka ia merupakan madzhabku." Maka menggerakkan jari dan meletakkan tangan di atas dada dalam sholat merupakan madzhab mereka dan termasuk sunah sholat.
13. Sunnahnya menggerakkan jari telunjuk dalam sholat, merupakan pendapat imam Malik dan lainnya, juga pendapat sebagian penganut Madzhab Syafi'i rahimahullah sebagaimana disebut dalam Syarhul Muhadzab karya An-Nawawi III/454. Itu disebutkan oleh Muhaqiq Jami'ul Ushul V/404
14. Rasulullah SAW telah menjelaskan, tentang hikmah menggerakkan jari dalam hadits tersebut. Sebab menggerakkan jari menunjukkan tauhid kepada Allah SWT. Gerakan jari itu pula yang terasa berat bagi setan dari pada pukulan besi, karena setan sangat membenci tauhid. Seyogyanya setiap muslim mengikuti Rasulullah SAW dan tidak mengingkari sunnahnya. Rasulullah SAW bersabda:
"Sholluu kamaa ra aitumuunii ushollii"
"Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihatku sholat." (HR Bukhori)
15. Rasulullah SAW menghitung tasbih dengan tangan kanannya. (Shohih riwayat Tirmidzi dan Abu Daud)
