JUAL JAM TANGAN KEREN

TOKO HIJAB

Kamis, 02 April 2015

BICARANYA RASULULLAH MUHAMMAD SAW




1. Beliau saw berbicara berdasarkan wahyu semata, bukan hawa nafsu
(QS An Najm (53) ayat 1 – 4)
53:1
Sahih International
By the star when it descends,
Indonesian
Demi bintang ketika terbenam.

53:2
Sahih International
Your companion [Muhammad] has not strayed, nor has he erred,
Indonesian
kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru.

53:3
Sahih International
Nor does he speak from [his own] inclination.
Indonesian
dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.

53:4
Sahih International
It is not but a revelation revealed,
Indonesian
Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).


2. Semua yang diucapkan beliau saw adalah kebenaran
Beliau saw bersabda kepada Abdullah bin Amr:
Uktub fawalladzii nafsii biyadihi maa khorojaminnii illal hkaqqu
“Tulislah! Demi Dzat yang diriku ditanga-Nya tidaklah yang kuucapkan itu kecuali kebenaran.” (Hadits hasan riwayat Abu Daud)

3. Ucapan belaiu saw singkat dan bermakna luas
Bu’its tu bijawaa mi’ilkalimi wanushirtu birru’bi fabainamaa anaa naaimurroaitunii uutiitu bimafaatiihki khozaainil ardwi fawudwi’at fiiyadii
“Aku diutus dengan jawami’ul kalim (ungkapan singkat bermakna luas), aku ditolong dengan rasa takut musuh. Ketika sedang tidur, aku bermimpi diberi kunci-kunci perbendaharaan bumi (Maksudnya beliau dimudahkan menaklukkan negeri-negeri), kemudian diletakkan tanganku.” (HR. Bukhori)

4. Ucapan beliau jelas dan lugas
Dari ‘Aisyah yang berkata:
Maakaana Rasulullah saw yasridu kasardikum hadtaa walakinnahu kaana yatakallamu bikalaaminm baiyining fashliy yahk fadhuhu manjalasa ilaih
“Rasulullah saw tidak suka merangkai kalimat-kalimat indah seperti kalian, tetapi beliau berbicara dengan kalimat yang jelas dan lugas, mudah dihafalkan oleh orang-orang yang duduk bersamanya.” (HR. Muslim)

5. Apabila beliau saw membicarakan sesuatu pembicaraan, maka kalau ada yang mau menghitung (ucapannya), niscaya ia akan bica menghitungnya. (Mutafaq’alaih)

6. Beliau saw itu banyak diam. (HR. Ahmad dengan sanad Hasan)

7. Agar dapat dipahami, terkadang  beliau saw mengulang ucapannya tiga kali.
Kaana Rosulullah saw yu’idul kalimata tsalatsal litu’qola ‘anhu
“Beliau Rasulullah saw mengulangi perbuatannya tiga kali supaya bisa dimengerti.” (HR. Bukhori)

8. Rasulullah saw suka berdoa dengan kalimat yang jami’ dan tidak dengan yang lain. (HR. Ahmad)

9. Bila Rasulullah SAW berkhotbah, matanya memerah, suaranya lantang, dan kelihatan sangat marah seakan beliau memberi peringatan datangnya musuh seraya berkata musuh telah datang diwaktu pagi dan sore. (HR. Muslim)

Sumber:
Muhammad bin Jamil Zainu, Pribadi dan Akhlak Rasulullah saw, terjemah, Al Qowam, 2000 halaman 28 - 30 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hosting Unlimited Indonesia
Unduh Adobe Flash player

Subscribe me

bisnis e-miracle asli bersama joinsyariah.com

Total Tayangan Halaman